Hidup untuk bermimpi, berusaha dan berdoa lalu bertawakal atas apa yang telah digariskan. semoga goresan ini dapat membantu teman-teman dalam melanjutkan dan memberi yang terbaik untuk diri sendiri terlebih dahulu. Sebelumnya terdapat 2 jalur menuju Maroko dalam program http://diktis.kemenag.go.id dan PBNU. Dan kebetulan aku di program diktis aku akan memaparkan segala bentuk yang diperlukan.
Tepat 31 Mei 2015 setelah aku menyelesaikan pendidikanku di Pondok Pesantren Attaqwa Putri Bekasi, begitu bingung dan gundahnya hati tak tau aku harus melanjutkan akademiku dimana. Berusaha mencari informasi dan membuka buku kembali mengulang dan mengikuti berbagai jenis test perkuliahan. Salah satu dari 3 test yang aku lakukan adalah ke Maroko.
13 Juni 2015
Aku dan teman-teman melaksanakan test tulis dan lisan. Test tulis berupa pelajaran pondok ( Al quran, hadits, Fiqih, Usul fiqh, Balagah, Nahwu, Insya dan Shorof) dan test lisan berupa (Tahfidzul Quran dan Baca kitab). Buat temen-temen jangan dianggap sulit dan banyak materi yang diujikan modal doa, usaha dan sholawat pasti allah menjawab.
1. Setelah teman-teman terpilih di jalur diktis sebanyak 15 orang. lalu kalian akan diberitahukan lewat surat email bahwa kalian harus menyiapkan segala berkas dan biaya dalam keberangkatan. Misal :
* Paspor
* Ijazah dan transkrip nilai
* Akte kelahiran
* Surat keterangan sehat
* Surat keterangan catatan kepolisian
* Foto
alhamdulillah buat kalian tak perlu visa bebas selama 3 bulan menuju negara yang punya ikatan persaudaraan ini sebelumnya dengan Indonesia.
2. Kemudian di translit seluruh berkas kedalam bahasa arab di daerah jakarta timur. Usahakan jangan terlalu mendadak semua harus diawal pengerjaan dan yang terpenting di foto copy agar kita menyimpan ketika perlu tidak panik. Dan kalau perlu di scan kedalam bentuk dokumen dan disimpan.
3. Terus berdoa dan mencari informasi keberangkatan tiket dan semua berkas nanti yang diperlukan di ajukan ke Depag tepatnya dilantai 7 .
4. Dan yang terpenting keberangkatan ke Maroko itu sangat rentan dan mepet. Dadakan dari pihak Depag bahwa jadwal berangkat diberitahukan seminggu sebelumnya (biasanya). Dan siapkan perlengkapan yang kalian tak kuat akan dingin serta makanan yang tidak kalah penting, karna barang langka makanan kita (tempe dll).
5. Siapkan mental dan fisik kalian agar tidak terlalu kaget akan keadaan yang akan menghanyutkan ketika pertama kali memijakkan kaki di Maroko. Dan yang tak kalah penting jangan bawa RUPIAH. Masalah harga disini sekitar 1 dirham Maroko Rp. 1.400.
20 September 2015
Mohammad V Internasioanl Airport
Ketika keadaan memaksaku untuk mencobanya dan merasakan nikmat yang berbeda. Dalam masalah pakaian dan makanan. Budaya keislaman sangat kental dan tak berbeda jauh mungkin makanan pokok penduduk Magribiyah itu roti dan ada yang lain trandisional seperti yang Indonesia punya. Lidah cita rasa manis dan asin berbeda dengan Indonesia yang banyak akan penikmat pedas.
Couscous(kuskus)
Mendalami dan mencari segala perbedaan membuatku berkesan dan timbul segala pertayaan akan banyak yang berbeda di setiap penjuru dari sudut pandang dan citra akan aku nikmati kembali.
Pepatah membuatku terniang akan mendalami "Madzhab Maliki dan Bahasa arab juga prancis" ketika sadar bahwa ragaku jauh akan ibu pertiwi.



Komentar
Posting Komentar