Dahsyat yaa pertama kali mengudara udah level RRI, yah ini tentang my experience bisa dibilang gitu. Atau bonek (bocah nekat) kali yaa
Berawal dari grup kabinet ppi maroko yang menawarkan siapa yang bersedia jadi narasumber di rri? Ada beberapa opsi yang ditawarkan hari aksara, hari rri, hari perhubungan nasional dan world heart day. Gw dengan tingkat kepedean tinggi akhirnya langsung japri ke pengurus biro persnya ppi dunia (hi usamah!) Ga lama gw oke-in tentang Hari Aksara.
Sebelumnya sangat buta sekali tentang apa itu aksara? Kata yang intelektual menurutku. Ternyata itu adalah hari buta huruf. Yuap disini berarti kita beropini! Because i'm very interested with opinion.
Remaining 2 weeks, untuk siaran menjadi narasumber di rri. Tapi hari itu juga aku langsung di hubungi dengan pihak pers ppi dunia pusat. "Mbak, siap menjadi narasumber di rri pada tanggal 4 September dengan tema hari aksara?" Dengan lantang "in shaa allah mb siap" lalu "jam berapa mb siarannya?" Lalu "jam 11. 30 siang mb." Opst ini (ini waktu indonesia yaa tikha!) Finally jam 5:30 waktu maroko.
Sekilas kemudian, gw mulai mencari2 referensi untuk jadi modal mengudara kedepan. Ilmu itu luas, semakin kita belajar yuaps semakin terasa bodoh kita dimata alam yang luas ini. Mulai belajar kenyataan dan dunia ini ga sesempit dan sedangkal pikiran kita sekarang. Memang mata kita melihat apa yang didepan, tapi kita hidup bersosialisasi dan masih batak saudara2 kita yang membutuhkan kerja sama kita.
Mengulik hidup di zaman hi tech gini, menjadi siti nurbaya di era milenium. Manusia sekarang dituntut untuk menjadi orang yang modern. Apalagi jadi pelajar di negara orang yang tingkat wni-nya minimalis. Dengan jumlah perempuan 25-an. Disini di maroko, bukan hanya belajar akademis saja. Tapi yaa sebagai duta negara yang aktif turut memberikan kontribusi untuk negara.
Dengan seni kita saling berkenalan, dengan tari kita bercengkrama, dengan musik kita tertawa. Walau berbeda latar belakang taraf hidup, kultur budaya dan agama. Kita yang bergabung dalam ikatan asean. (Brunei, filipina, kamboja, laos, malaysia, myanmar, singapore, thailand dan vietnam). Saling berpangku tangan.
Ngomong2 tentang kesuksesan radio streaming, gw rela2in behind the scenes lantangnya siaran banyak coro2 yang menemani gw 1/2 jam sebelum dimulai. Okay, ini rasanya beropini tapi ga berhadapan langsung dengan broadcaster-nya sipp sekitar 30 menit. Gw dihujani 5 pertanyaan yang sebelumnya gw siapin artikel yang gw udah baca dan ringkas ternyata sejarah nya ga ditanya pisan.
Singkat cerita, jadi narasumber radio bergengsi, itu bukan angker tapi kita harus open minded tapi jangan sampe salah jalur. Because, bukan about you tapi listener di luar sana. Yang akan mengolah apa yang sedang lo omongin. Kalo kepeleset jadi berabe kan. (Eaaa bekasi-nya nongol juga)
Tapi ini asik kok, santai aja yang penting kamu buat key words yang akan kamu luapkan nanti didepan. Buat konklusi dari apa yang udah kamu baca. Tinggal kamu cuap2 hal yang positive.
Harapan tentang indonesia, tentang para pemudanya. Ingat kata ir. Soekarno "1000 orang tua tanya mampu bermimpi, 1 orang pemuda dapat mengubah dunia" jlebbbbb. Kita siapa? Pemuda pemudi yang masih fit, aktif, sehat jasmani rohani. Yang bebas dan berpotensi. Ayo kita saling belajar dan berlomba. Salam kebaikan kita selalu menebarkan. Saling mengingatkan dan mengwujudkan indonesia yang merdeka!

Komentar
Posting Komentar