Bismillah, dari screenshot di atas pengen mengulik dan beropini sedikit, tentang kenyataan dan trending topic hari ini!
Pagi ini, niat cari inspirasi dan hiburan. Sempet excited dengan berita anak umur 14 tahun yang berhasil lulus TES SBMPTN dan masuk Kampus ITB Bandung. Yang pada kenyataannya dia sendiri harusnya baru 1 SMP coba (menyadarkan belajar itu bukan usia yang membatasi)
Dan yang kedua seorang guru, bu Marsiani. Mengajar totalitas dari kelas 1-6 SD, beliau sendiri menjadi gurunya
Dan yang kedua seorang guru, bu Marsiani. Mengajar totalitas dari kelas 1-6 SD, beliau sendiri menjadi gurunya
Pertama jadi orang indonesia itu asik! Banyak beragamnya, budayanya, bahasanya. Makin lo jauh dari tanah kelahiran makin berasa kalau, Indonesia itu istimewa. Banyak hal inspiratif dan enerjik yang membanggakan bahkan yang ga diliput sangat belum ketahuan banyak.
Kadang kita fokus dan jadi beban pikiran dan mental dari berita yang ga berbobot dan makin bikin migren tambah jadi. Tapi realitanya, sedikit mengurangi kegalauan dan kalau kata ustazh gw dulu, (hidup itu kurangin yang enak2, sampe gw list apa aja daftar hal yang enak2 dan ga enak, maksudnya yang ga bermanfaat lah harus dikurangi)
Dari situ gw sendiri pribadi aware dan juga hidup harus take impact sama orang lain. Dari hal positif dan inspiratif.
Awalnya tajdid (diperbaharui) niat kita dulu, kita belajar selesai sekolah kuliah. Mau dan akan di bawa kemana sih? Toh bukan hasil lulus yang kita bawa. Belajar bukan buat lulus tapi buat pintar. Dan apalagi sekarang lagi booming nya tuh perbedaan dikit udah maen sikut2tan sama saudara sendiri lagi. Yah meski disini di Negara masih mayoritas muslim tapi seenggaknya ngaca dan punya sedikit rasa ga puas dengan masalah yang lagi di alami disana. Seenggaknya kita selalu nemuin perbedaan, dari beda madzhab aja pasti beda tata cara, beda budaya, beda praktisnya karena toh setiap ulama dan imam berkata emang tanpa dalil dan asal ikutan ajah.
Tapi semua punya argumen masing. Selama menuju yang satu islam rahmatan lil 'alamin, liat dulu kedalam diri kita apa udah pantes kita jontok2kan ga jelas sama beda pendapat, toh sama ibadah yang pasti aja kita belom menghayati banget apa faedah sholat dan puasa (contohnya)
Kebanyakan dari kita masih menganggap itu kewajiban, bukan kebutuhan yang kalau ditinggalin kayak ada sesuatu yang kurang dan ga lengkap dalam hidup kita. Pokoknya dalam masalah mayoritas dan minoritas yang penting kita sama2 menghargai, ayo aware hidup ini cuman sebentar bro, bawa simpel dan buat semua sederhana itu udah lebih dari cukup. Dan ga kalah penting inget akhirat!
Balik lagi masalah Ilmuwan Muda salah satunya. Banyak dari kita hidup normal dengan menjalani sekolah formal, SD (primary school) 6 tahun, SMP (Junior high school) 3 tahun dan SMA (Senior High School) 3 tahun. Finally 12 tahun itu harga mati mengenyam pendidikan dengan jalur pemerintah.
Yang unik, dari kutipan ibunya sendiri ia anak usia 7 tahun tapi dengan kecerdasan usia 14/15 tahun sedangkan emosi mental usia 4 tahun dengan fisik 7 tahun. Wow, amazing! Bukan anaknya yang istimewa tapi ibu yang LUAR BIASA, bukan ibu yang hopeless sama keadaan anak yang kayak begini. Apalagi bukan satu orang anak yang ber-IQ di atas rata-rata kayak begini yang ada di rumahnya. Tapi ada 3 orang, boleh dibayangkan semua sangat istimewa salah satunya disleksia. https://youtu.be/Pqy6O94prqw cek selengkapnya.
Awalnya semua orang itu pasti diberi kenikmatan dan ujian sesuai kemampuannya. Dan catatan buat kita semua, ketika kita merasa sedang diberikan ujian hidup, kita sadar kita sedang disiapkan kejutan spesial yang Allah sedang persiapkan sebagai kado terindah yang akan diberikan buat kita pribadi. Barang siapa yang sabar pasti ia akan mendapat buah kesabaran itu. Hidup, ujian, nikmat itu nikmati dan syukuri karena Allah yang menciptakan dan Allah yang akan mencukupkan rezeki kita, dan rezeki itu bukan arti sempit dari materi yang ada di dompet atau ATM tapi kesehatan, keberkahan hidup jauh lebih SESUATU yang Allah berikan.
Setiap orang punya tingkat kecerdasan dan minat masing2. Tapi cara istiqomah dan bangun mental itu yang rada di fokusin. Kadang terjadi sedikit rasa jenuh, bosan tapi jika kita minat dan mengusahakan sesuatu seperti Musa Izzanardi Wijanarko dapat membuat hidup tambah insight.
Mau dari mana pun kita berasal dan belajar jangan pernah menyesal dan menyerah. Hidup itu tujuan yang harus diperjuangkan. Kenyataan yang harus di sadarkan. Hiduplah dengan kaca mata membangun sesama. Banggalah dengan seberapa rupiah yang kalian sudah beri bukan diberi. Dari situ, yakinlah di Indonesia gak ada cuman satu orang yang akan makan daging halal
Komentar
Posting Komentar